Ingin ku hempaskan beban pikiran yang selalu racuni jiwa.
Resah selalu menghantui di setiap tubuh ini di temani sepi.
Aku ingin teriak tapi mulut ku terasa terkunci.
Aku ingin berontak tapi tubuh ku terasa telah mati.
Segala cara ku coba tapi rasa sakit tak kunjung henti.
Rasa frustasi kian menghimpit dinding lapuk diri ini.
Torehan luka ini terasa tak akan berhenti.
Seperti darah yang mengalir di dalam urat nadi.
Beribu harapan hilang ditelan penyesalan.
Hanya tinggal sisa-sisa tersimpan dalam liang yang dapat ku raih saat ku telah mati.
Siksa batin tercipta lukai dalam penjara.
Rasa perih mengiris temani hidupku keliar.
Aku berkelih di dalam kegelapan dan melihat sesosok jubah hitam.
Ku rebahkan segenap raga ini untuk menunggu jemputan kematian.
Ingin ku hempaskan beban pikiran yang selalu racuni jiwa.
Resah selalu menghantui di setiap tubuh ini ditemani sepi...... terpuruk sesal.
Diatas merupakan salah satu lirik yang pernah kutulis di salah satu lagu JAGAL. Tulisan lirik ini bener-bener real apa yang ku rasain waktu itu maupun saat aku lagi sendiri. Pernah ngga kalian merasa nyesel sampai-sampai ngga bisa ngelupain? Tapi ku harap kalian ngga akan punya problem kaya gitu. Jadi gunakanlah setiap kesempatan yang sudah menghadang di depan mata dengan baik.
19 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar