Tampilkan postingan dengan label Album Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Album Review. Tampilkan semua postingan

21 Agustus 2009

FLESHGOD APOCALYPSE - Oracles (Review)

Fuck rules..... This is the Monster of Brutal Death Metal from Italy. Musik yang mereka kemas pada album pertama benar-benar membuat telinga ku terbuka lebar untuk selalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Pada lantunan lagu pertama "In Honour of Reason", kita diberikan kesempatan untuk menghelai napas dengan alunan senyap. Tepat pada detik ke 13, twin mulai merusak kesunyian dan tak lama kemudian gemuruh pun mulai menghajar tanpa belas kasihan. Setelah kita mendapatkan serangan membabi buta pada 4 lagu mereka. Akhirnya kita diberi kesempatan kembali untuk leluasa mendengarkan down tempo yang mereka berikan pada lagu yang berjudul "Requiem In Si Minore" walaupun nantinya kita bakal dihajar lagi. Hahahahahahaha.

Pada sesi lagu ke 7 "Embodied Deception", mereka memberikan awalan lagu menggunakan instrument piano dengan memainkan musik classic yang sangat merdu dan indah. Tapi itu hanyalah sementara seakan mereka memberikan sebuah "harapan" kepada korbannya. Kita lagi-lagi harus menerima cabikan-cabikan musik yang mereka kelola. Hingga akhirnya kita sampai pada sesi lagu terakhir "Oracles". Mereka kembali menggunakan piano dan memainkan musik classic. Tapi kali ini mereka memperlihatkan "kebaikannya". Dari awal hingga akhir, kita akan tenggelam oleh alunan musik classic setelah kita mendapatkan pukulan yang sangat keras.

Terus terang, album ini benar-benar luar biasa dan layak untuk menjadi koleksi. Sebuah band super cadas namun penuh dengan balutan harmonisasi yang kental nan indah disetiap lantunan musik yang mereka konsep. Benar-benar mereka adalah salah satu musisi Metal yang mempunyai kegilaan sangat brilian.

Point : 9.5 / 10

19 Agustus 2009

BEHEMOTH - Evangelion (Review)

Alunan awal yang suram dengan meneriakan sebuah syair yang cukup pelik menandakan bahwa mereka siap untuk berperang. Beberapa saat kemudian gempuran mesin-mesin perang mulai menerpa gendang telinga. Sebuah awalan lagu yang cukup nendang dari salah satu band Black Death Metal asal Polandia. Struktur lagu dan tempo sangat variatif, terkesan lebih luas dalam penataan musik.

Lagu mereka "The Seed Ov I" menjadi salah satu lagu favorit ku. Lagu tersebut bener-bener dalem. Harmonisasi pekat terlantun perlahan namun pasti. Letikan gitar yang indah bercampur kesunyian seakan menandakan sebuah persembahan untuk kegelapan. Setelah lantunan
"The Seed Ov I", segera disambut dengan "Alas, Lord Is Upon Me". Edan banget judulnya.... begitu pula dengan isi liriknya. Salah satu lirik yang ku catat dari "Alas, Lord Is Upon Me" :

Lord ov hosts
Whore ov salvation
Tear the skies as you spread your legs
Vomit forth upon my head
All afflictions and abominations known to man

Ya, lirik mereka tetap mengandalkan sisi Satanism dan Thelema (thelema klo ngga salah ini bentuk tentang ilmu sihir). Dimana jauh sebelumnya, mereka lebih mengangkat tema Paganism (yang berarti penyembahan terhadap berhala).

Point : 8.5 / 10

18 Agustus 2009

GODBLESS - 36th (Review)

Sang legenda Rock Indonesia telah kembali menuangkan ide-ide brilian di album baru mereka yang bertajuk "36th", setelah pada tahun 1997 mereka merilis album "Apa Kabar". Dua Belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghadirkan sebuah album baru. Kemungkinan ada hubungan nya dengan "band panggung" seperti yang mereka ungkap di KICK ANDY beberapa bulan yang lalu. Tampilan album baru ini cukup simpel dengan cover depan hanya di desain dengan background berwarna hitam dan bertuliskan "GODBLESS 36th". Pada album ini GODBLESS mencoba untuk tetap konsisten pada ciri khas mereka, namun lebih terkesan sedikit komersial dibandingkan album-album mereka terdahulu. Apa boleh buat.... di Indonesia saat ini kualitas musik bukanlah nomer satu, namun komersialisme yang diutamakan. Dan itu semua sudah menjamur. Hanya segelintir musisi saja yang dapat dikatakan musisi. Dan salah satunya GODBLESS yang dapat dikatakan musisi terbaik di Indonesia. Dari segi musiklitas...... jangan diragukan lagi...... bener-bener jempolan!!!!!

Di album ini tidak se-progressive "Cermin" dan tidak sekeras "Semut Hitam" bahkan "Raksasa". Namun pola-pola musik mereka di album ini lebih dapat dibilang variatif. Cukup banyak warna-warna musik yang mereka olah menjadi satu. Tua-tua keladi jika bisa dibilang. Dari segi lirik tetap panten pada pola-pola sebelumnya "kritik dan hubungan sosial, persahabatan, dan cinta". Di album ini akan ada dua lagu melankolis "Kar'na Ku Ingin Kau Bahagia" dan " Pudar". Dan menurut saya, kemungkinan besar ke dua lagu tersebut akan menjadi salah satu hit ballads seperti lagu mereka sebelumnya "Rumah Kita" atau pun "Syair Kehidupan".

Point : 8 / 10