Mulai beberapa bulan yang lalu saya benar-benar semakin takjub dengan mereka. Dimana sebelumnya mereka telah menciptakan hasil-hasil karya yang luar biasa walaupun dengan keadaan yang "kurang".
Beberapa hari lalu kebetulan saya diajak oleh Ibu untuk ikut dan membantu mengambil gambar salah satu murid-Nya untuk mengikuti lomba tari di pelataran Dinas Pariwisata Sidoarjo. Sangat kebetulan sekali acara itu diadakan disana. Jadi saya bisa bertemu dengan Bapak Wiyono yang merupakan salah satu staff yang sering membantu saya setiap membuat event Metal selama dua tahun. Saya datang tepat pukul 09.00, dimana saat itu sedang diadakan pembukaan dengan upacara bendera. Ya.... karena perlombaan ini merupakan perlombaan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-64.
Sesambi menungu upacara, bergegas masuk ke kantor untuk menemui Bapak Wiyono. Saya sempat heran, kenapa pintu kantor tersebut tertutup? Karena sebelumnya pintu kantor tersebut selalu terbuka lebar dan jendela-jendela yang ikut serta terbuka. Ternyata setelah saya membuka pintu tersebut, ruangan itu telah dilengkapi oleh AC. Wow, saya memang sudah tidak pernah kesana selama dua setengah tahun untuk menemui Beliau. Saya dengan Beliau mulai saling bercakap. Dan beberapa saat kemudian datang seorang staff yang saya tidak tahu siapa dia dengan sedikit mengucapkan "nang njobo akeh arek-arek rodok ngono" (di luar banyak anak-anak agak gitu). Yang dimaksud dia adalah anak-anak SLB yang ikut memeriahkan lomba. Mendengar kata-kata itu, saya dengan Bapak Wiyono sontak terdiam lalu melihat orang yang baru berkata layaknya dia adalah manusia paling sempurna. Sesaat, saya pun bercerita bahwa Ibu saya merupakan salah satu guru yang mengajar anak-anak SLB itu. Dia pun hanya diam dan mendengarkan saja.
Saya keluar dari kantor tersebut karena acara perlombaan segera dimulai. Dengan membawa handycam saya berdiri dan bersandar di tembok. Terlihat ada perempuan berbaju merah yang sedang melambaikan tangan dengan memainkan jari . Ternyata dia sedang berinteraksi dengan temannya melalui kode-kode bahasa yang diperagakan oleh jari-jarinya. Luar biasa sekali menurut saya. Senyuman pun mulai terlihat diwajahnya dan membawa saya untuk ikut terseyum, walaupun saya tidak tahu apa yang mereka bahas. Tapi melihat senyum mereka, sepertia melihat sebuah kedamaian yang sebenarnya.
Suara yang terdengar keras mulai keluar dari sebuah sound system yang berada di ujung paseban. Menandakan bahwa perlombaan segera dimulai. Saya pun mulai mendekati panggung untuk mempersiapkan mengambil gambar. Dan murid Ibu saya merupakan peserta nomer 3. Setelah 2 perserta memperlihatkan tariannya, ini lah saatnya saya membuka handycam untuk mengambil gambar mereka. Saya sedikit menjauh dari panggung untuk mengambil posisi yang lebih bagus dalam pengambilan gambar. Tarian mereka benar-benar cantik dan sangat menakjubkan. Namun sayang di akhir tarian, mereka sedikit melakukan kesalahan. Dimana kemungkinan mereka harus bergerak menuju backstage tanda tarian habis, namun mereka tetap berada di tengah-tengah panggung. Tapi tak apa lah..... TETAP SEMANGAT.
Ke esokan harinya saat saya sedang mengedit sebuh situs, saya mendapat kabar dari Ibu bahwa murid-Nya berhasil mendapatkan tempat ke 2. God, truly have infinite justice.
Selamat untuk kemenangannya..... kalian memang pantas untuk mendapatkannya.
16 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar